Jokowi Diminta Turun Tangan Tangani PT SMGP, Kebocoran Gas Bahayakan Warga Madina

- Pewarta

Selasa, 26 April 2022 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengembangan PLTP Sorik Marapi dengan kapasitas total sebesar 240 MW merupakan proyek strategis nasional. (Dok. Ebtke.esdm.go.id)

Pengembangan PLTP Sorik Marapi dengan kapasitas total sebesar 240 MW merupakan proyek strategis nasional. (Dok. Ebtke.esdm.go.id)

BISNIS NEWS – Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah untuk segera menangani persoalan kebocoran pipa gas PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Insiden ini nyata-nyata telah merugikan dan membahayakan warga sekitar.

Ada puluhan korban yang dirawat di rumah sakit akibat menghirup gas beracun dari pipa yang bocor.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keselamatan warga masyarakat harus menjadi prioritas utama. Mereka di sana tidak paham apa yang dilakukan PT SMGP.”

“Tapi kalau ada yang keracunan, mereka pasti panik,” tegas Saleh melalui keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Senin, 25 April 2022.

Menurut politisi PAN tersebut, kejadian ini sudah beberapa kali terjadi. Seakan tidak belajar dari insiden sebelumnya, kejadian serupa terus berulang.

Warga sekitar yang tinggal di kisaran Sorik Merapi pasti khawatir.

Mereka trauma dan ketakutan setiap saat. Tentu kerugian psikologisnya tidak bisa dibayar dengan apa pun.

“Dulu (pipa gas) juga pernah bocor. Saya sempat berkunjung ke sana. Silaturrahim dan melihat kondisi masyarakat.”

“Pipa-pipa yang mengalirkan gas dari panas bumi di sana sangat besar-besar. Bayangkan, kalau itu bocor. Pasti akan membahayakan jiwa dan keselamatan warga,” kata Saleh.

Oleh karena itu, pemerintah sudah seharusnya melakukan evaluasi, pengawasan, dan audit terhadap kinerja PT SMGP.

Jangan karena berharap mendapatkan energi terbarukan, pemerintah lupa pada keselamatan warga.

Energi tentu sangat penting, tetapi kenyamanan dan ketenangan masyarakat jauh lebih penting.

“Mengingat pentingnya hal ini, saya meminta agar Presiden Jokowi turun tangan.”

“Di wilayah-wilayah lain, presiden sering turun tangan juga. Saya yakin, presiden pasti akan mau memperhatikan dan menyelesaikan masalah ini,” tandas Saleh.

“Lagian, kalau ada yang salah, PT SMGP-nya ditutup saja dulu. Kalau semua sudah dinyatakan aman, baru nanti dipikirkan kelanjutannya.”

“Jangan buru-buru balik modal dan cari untung. Sekali lagi, keselamatan warga harus di atas segalanya,” tutup legislator dapil Sumut II itu.***

Berita Terkait

Kelola Persediaan dan Stock Opname dengan Software Akuntansi Kledo
INALUM Tancap Gas Investasi 2026, Perluas Smelter dan Refinery untuk Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional
Tingkatkan Akurasi Kehadiran dengan Software Absensi Karyawan dari HashMicro
Mengapa Cluster Perumahan Butuh Jasa Angkut Sampah?
Begini Cara Cek Harga Bitcoin dengan Mudah
Dari Jakarta Hingga ke Jayapura: Jejaring Media 24 Jam Tumbuh 1.250 Portal Baru
Cari Sewa Mobil Terdekat untuk Perjalanan Nyaman? Kenali Solusi Terbaik dari Prima Armada Raya
PT Sumbawa Timur Mining Soroti Peran Penting Eksplorasi dalam Ketahanan Mineral Kritis di Minerba Convex 2025

Berita Terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 09:59 WIB

Kelola Persediaan dan Stock Opname dengan Software Akuntansi Kledo

Rabu, 17 Desember 2025 - 12:55 WIB

INALUM Tancap Gas Investasi 2026, Perluas Smelter dan Refinery untuk Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional

Senin, 1 Desember 2025 - 20:00 WIB

Tingkatkan Akurasi Kehadiran dengan Software Absensi Karyawan dari HashMicro

Rabu, 26 November 2025 - 17:17 WIB

Mengapa Cluster Perumahan Butuh Jasa Angkut Sampah?

Jumat, 7 November 2025 - 19:59 WIB

Begini Cara Cek Harga Bitcoin dengan Mudah

Berita Terbaru