AMBARAWA, BISNISNEWS – Dalam industri berbasis pengetahuan (knowledge-based industry), kepercayaan adalah mata uang yang paling bernilai. Hal inilah yang menjadi landasan utama bagi Whitecyber, sebuah perusahaan teknologi dan konsultan riset yang berbasis di Ambarawa, Jawa Tengah, dalam mengambil langkah strategis pengamanan aset intelektual mereka.
Menjelang genap dua dekade berkarya sejak dirintis pada tahun 2006, Whitecyber secara resmi mengumumkan penyelesaian masa pengumuman merek dagang (Trademark/TM) di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Republik Indonesia. Langkah ini menandai transformasi Whitecyber dari sekadar penyedia layanan teknis menjadi entitas korporasi yang matang dengan valuasi brand yang terus meningkat.
Mengapa Legalitas Merek Itu Vital?
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Founder Whitecyber, Faris Dedi Setiawan, pendaftaran HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah benteng perlindungan bagi ribuan klien yang telah mempercayakan data risetnya.
“Kami mengelola lebih dari 63.000 proyek riset dan melayani lebih dari 47.000 pelanggan, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga korporasi. Dalam skala data sebesar itu, nama brand adalah jaminan mutu. Legalitas merek ini memberikan kepastian hukum bahwa Whitecyber adalah satu-satunya entitas yang sah, sekaligus melindungi publik dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mungkin mencatut nama kami,” ujar Faris saat ditemui di kantor pusatnya di Ambarawa.
Langkah ini dinilai sangat strategis di tengah maraknya jasa konsultasi akademik ilegal atau “joki skripsi” yang merusak citra pendidikan nasional. Dengan status merek yang legal, Whitecyber memposisikan diri di jalur yang berbeda: sebagai Mitra Riset Profesional yang taat hukum dan menjunjung tinggi integritas akademik.
Kombinasi Kompetensi Global dan Kepatuhan Lokal
Baca Juga:
Memasuki Tahun ke-16: Vantage Markets Menetapkan Standar Baru sebagai “Ultimate Trading Machine”
GoliathTech akan membuka pabrik baru di Ohio, Amerika Serikat
Digital Turbine Memilih Sea Yen Ong Sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan di Asia Pasifik
Uniknya, penguatan legalitas domestik ini dilakukan justru setelah Whitecyber mendapatkan pengakuan di level internasional. Sebagai sosok di balik kemudi, Faris Dedi Setiawan sendiri telah memegang berbagai sertifikasi bergengsi, termasuk sebagai Google Cloud Innovator, serta pengakuan kompetensi dari ekosistem teknologi global seperti Meta dan NASA.
“Kita sering melihat perusahaan teknologi sibuk mengejar pengakuan global tapi lupa memagar rumah sendiri. Di Whitecyber, kami menyeimbangkan keduanya. Secara kompetensi teknis (Data Science & AI), kami berkiblat pada standar Google dan NASA. Namun secara operasional bisnis, kami patuh 100% pada hukum Republik Indonesia. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai perusahaan nasional,” tambah Faris.
Membangun Ekosistem Riset yang “Amanah”
Valuasi sebuah brand konsultan tidak hanya dilihat dari omzet, tetapi dari kepercayaan publik (intangible asset). Whitecyber menyadari bahwa di era Artificial Intelligence (AI), tantangan riset bukan lagi soal “susah mencari data”, melainkan “memvalidasi kebenaran data”.
Baca Juga:
KT&G Social Welfare Foundation Kirim Relawan Mahasiswa “Sangsang Withus” ke Indonesia
KT&G Social Welfare Foundation Kirim Relawan Mahasiswa “Sangsang Withus” ke Indonesia
Dengan payung hukum yang kuat, Whitecyber kini lebih leluasa mengembangkan sayap bisnisnya, termasuk peluncuran Whitecyber Academy dan program kemitraan strategis dengan berbagai kampus, seperti yang telah berjalan di Rumah Ilmu Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Legalitas merek ini juga membuka peluang ekspansi bisnis melalui skema lisensi atau kemitraan di kota-kota lain di Indonesia, membawa standar “Ambarawa” ke kancah nasional.
Visi Menuju Indonesia Emas 2045
Lebih jauh, pengamanan merek ini adalah bagian dari peta jalan (roadmap) jangka panjang Faris Dedi Setiawan. Ia bermimpi menjadikan Whitecyber sebagai mercusuar integritas data di Indonesia.
“Kami ingin membuktikan bahwa dari kaki Gunung Ungaran, Ambarawa, bisa lahir perusahaan teknologi yang tidak hanya canggih, tapi juga beretika. Simbol ™ (Trade Mark) yang kini melekat pada logo Whitecyber adalah janji kami kepada klien: Bahwa kami ada di sini untuk jangka panjang, untuk menemani perjalanan intelektual bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Kini, dengan status merek yang telah terlindungi, Whitecyber siap melangkah lebih jauh. Bukan sekadar sebagai penyedia jasa olah data, melainkan sebagai Laboratorium Integritas Riset Nasional yang diakui secara hukum dan dipercaya secara moral.
Baca Juga:
KT&G Social Welfare Foundation Kirim Relawan Mahasiswa “Sangsang Withus” ke Indonesia
KT&G Social Welfare Foundation Kirim Relawan Mahasiswa “Sangsang Withus” ke Indonesia
KT&G Social Welfare Foundation Kirim Relawan Mahasiswa “Sangsang Withus” ke Indonesia
(Redaksi/BisnisNews)
















