Selamat Atas Penghargaan Tokoh Ketahanan Energi kepada Ibu Nicke Widyawati

- Pewarta

Rabu, 5 Oktober 2022 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut Pertamina, Nicke Widyawati. (Instagram.com/@nicke_widyawati)

Dirut Pertamina, Nicke Widyawati. (Instagram.com/@nicke_widyawati)

BISNIS NEWS – Setelah menerima penghargaan sebagai Tokoh Ketahanan Energi, Nicke Widyawati selaku Direktur Utama Pertamina tentu tidak dapat berpuas diri.

Karena di depan mata ada tantangan yang lebih besar yakni bagaimana berselancar dalam gombang yang cukup dahsyat yakni transisi energi.

Tantangan ini telah dihadapi Pertamina, dan ada dalam tubuh Pertamina sekarang.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbagai regulasi baik yang mengikat seperti UU ratifikasi perubahan iklim maupun yang sifatnya belum mengingat seperti kebijakan perbankan dan sektor keuangan internasional segara akan menjadi tantangan serius bagi Pertamina.

Pelajaran paling berharga dapat dipetik dari masalah yang dihadapi perusahaan migas dalam setengah dekade terakhir.

Banyak perusahaan migas multi nasional terpaksa harus mengambil langkah langkah yang tidak populer dalam menghadapi maslaha yang dihadapi.

Banyak diantara perusahaan migas meninggallkan ladang ladang minyak di negara negara berkembang.

Karena komitmen negaranya terhadap perjanjian terhadap perjanjian iklim, penurunan emisi, pajak karbon dan tekanan keuangan lainnya.

Tidak sedikit juga diantara mereka yang terpaksa memangkas belanja dalam jumlah yang sangat significant, menahan proyek proyek fosil mereka dan bahkan memPHK karyawannya.

Perusahaan migas besar telah mengambil langkah langkah penting untuk mengembangkan energi non fosil

Agar tetap mendapatkan insentif keuangan dan perpajakan yang telah menjadi kebutuhan untuk menjaga keberlanjutan bisnis mereka.

Namun walaupun telah sedemikian banyak usaha mereka untuk transisi energi namun tidak banyak yang akan bisa selamat di masa mendatang.

Dalam suatu pertemuan dengan praktisi dan pelaku bisnis migas mengemuka proyeksi tentang masa depan industri migas. Berapa lama.

Mereka semua bisa bertahan? ada pandangan bahwa 30 tahun usia yang terlalu cepat untuk perusahaan migas namun 80 tahun adalah usia yang terlalu lama.

Itulah mengapa negara negara maju seperti Eropa telah mengambil posisi 2050 atau 30 tahun lagi paling lama akan bertahan di fosil. Negara negara berkembang mengambil posisi 2060.

Apakah itu waktu yang lama? Tentu saja tidak ini adalah langkah yang day to day haruslah makin konkrit dan detail.

Bagaimana Pertamina?

Indonesia adalah pioner dalam industri migas, dari sini salah satunya usaha penggalian minyak dimulai di dunia.

Pertamina adalah tulang punggung ekonomi Indoensia selama berpuluh puluh tahun bahkan sampai dengan saat ini, walau dengan ukuran yang relatif makin berkurang.

Di masa lampau Pertamina adalah salah satu perusahaan terbesar di Asia, diluar perusahaan perusahan Jepang.

Memiliki aset yang tersebar luas di seluruh dunia, di London, Newyork dan Tokyo.

Sebelum kejatuhan besar besaran indonesia pada krisis 1998 Pertamina masih merupakan perusahan besar di Asia.

Krisis 98 yang dipicu oleh krisis perbankan dan keuangan merobohkan sendi sendi ekonomi Indonesia termasuk juga migas.

Pertamina kembali merangkak, memastikan kebutuhan energi minyak nasional terpenuhi.

Pertamina harus berbagi dengan kontraktor kontraktor swasta asing dalam memguasai ladang ladang migas Indoensia.

Namun semua yang dimiliki sekarang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Sejak covid 19, lalu diikuti dengan transisi energi banyak perusahaan migas yang pergi karena tidak sanggup menanggung beban operasi mereka, dan kontrak yang jatuh tempo.

Ladang minyak asing dan aset asetnya dibeli oleh Pertamina sebagai cara menjaga pasokan minyak nasional agar tidak terganggu namun semua masih kurang, beluk cukup memenuhi kebutuhan minyak nasional.

Apakah karena kebutuhan kita sangat besar? Tentu saja tidak. Indonesia adalah negara konsumen minyak perkapita yang relatif kecil di dunia.

Tapi kemampuan ladang ladang minyak nasional menghasilkan minyak tetap tidak cukup.

Langkah ke Depan

Bagi Pertamina tugas utama dari negara adalah bagaimana menjaga pasokan minyak nasional dengan harga yang diatur oleh pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung.

Baik melalui regulasi maupun melalui tekanan politik. Aturan pemerintah tidak selalu menguntungkan Pertamina, bahkan lebih banyak merugikan perusahan migas ini.

Untuk menjaga pasokan maka Pertamina harus tetap punya uang, memastikan belanja mereka untuk mencari ladang ladang minyak baru, memastikan rantai pasok tidak terputus.

Juga memastikan rantau nilai tidak tersumbat, memastikan pemerintah tetap konsisten membayar sunsidi dan kompensasi.

Semua karena memang Pertamina memerlukan uang untuk menjaga ketahanan energi.

Transisi energi, keuangang dan ketahanan energi adalah kalimat sakti yang menakutkan saat ini.

Sulit sekali mendapatkan uang jika tidak menjalankan transisi energi, sulit sekali memastikan ketahanan energi kalau tidak ada uang. Tepatnya bukan sulit lagi tapi tidak akan bisa!

Maka di sini lah sang nakhoda berselancar, gelombang ini besar, maka semua harus dicek, kekuatan perahu, dimana harus bersandar pada saat darurat, bendera apa yang harus dikibarkan dalam kancah internasional.

Nakhoda butuh bendera transisi energi yang besar untuk dikibarkan. Apakah Pertamina memiliki bendera itu? Banyak jika sesekali memyelami dasar lautan.

Sekarang Indonesia adalah climate change super power. Super power baru, paradigma baru, dan salah satu perahu besarnya untuk mengangkat ini adalah Pertamina.

Selamat atas penghargaan tokoh ketahanan energi kepada Direktur Utama Pertamina Ibu Nicke Widyawati. Semoga Pertamina terus berjaya.

Opini: Salamuddin DaengPeneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI).***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Bisnisnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Atasi Masalah Makanan Tumpah Saat Pengiriman, Inovasi Kemasan Presisi Jadi Solusi Restoran
Mengapa Sekolah di Indonesia Butuh Teknologi Manajemen Transportasi Real-Time Canggih Sekarang
Perkuat Valuasi Brand Jelang 20 Tahun Berkarya, Whitecyber Amankan Legalitas Merek Nasional
Kelola Persediaan dan Stock Opname dengan Software Akuntansi Kledo
INALUM Tancap Gas Investasi 2026, Perluas Smelter dan Refinery untuk Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional
Tingkatkan Akurasi Kehadiran dengan Software Absensi Karyawan dari HashMicro
Mengapa Cluster Perumahan Butuh Jasa Angkut Sampah?
Begini Cara Cek Harga Bitcoin dengan Mudah

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:22 WIB

Atasi Masalah Makanan Tumpah Saat Pengiriman, Inovasi Kemasan Presisi Jadi Solusi Restoran

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:55 WIB

Mengapa Sekolah di Indonesia Butuh Teknologi Manajemen Transportasi Real-Time Canggih Sekarang

Senin, 19 Januari 2026 - 19:13 WIB

Perkuat Valuasi Brand Jelang 20 Tahun Berkarya, Whitecyber Amankan Legalitas Merek Nasional

Senin, 29 Desember 2025 - 09:59 WIB

Kelola Persediaan dan Stock Opname dengan Software Akuntansi Kledo

Rabu, 17 Desember 2025 - 12:55 WIB

INALUM Tancap Gas Investasi 2026, Perluas Smelter dan Refinery untuk Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional

Berita Terbaru

logo

Press Release

PARA PEMIMPIN TEKNOLOGI GLOBAL LUNCURKAN TRUSTED TECH ALLIANCE

Minggu, 15 Feb 2026 - 03:15 WIB