Ekspor PT Toyota Motor Manufacturing Melonjak 60 Persen Sampai Juli 2022, Capai 159.500 Unit

- Pewarta

Kamis, 18 Agustus 2022 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspor Toyota Indonesia Melonjak 60%. (Pexels.com/Grégory Costa)

Ekspor Toyota Indonesia Melonjak 60%. (Pexels.com/Grégory Costa)

BISNIS NEWS – Ekspor PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melonjak 60% pada periode Januari sampai Juli 2022 mencapai 159.500 unit dibandingkan periode yang sama 2021 yang 99.600 unit.

External Corporate Affairs Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan, pertumbuhan pesat ekspor mobil utuh (completely built up/CBU) Toyota tersebut tidak lepas dari kondisi perekonomian negara-negara tujuan ekspor seperti kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah.

“Timur Tengah diuntungkan dengan naiknya harga minyak, sedangkan kawasan Asia Tenggara dalam pemulihan ekonomi yang cukup bagus, pertumbuhan ekonominya mencapai 5-6%,” kata Bob di Jakarta, Rabu 17 Agustus 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, lanjutnya, kenaikan ekspor juga dipicu oleh adanya model baru yaitu Toyota New Veloz, yang disukai negara-negara tujuan ekspor baik di Asia Tenggara maupun Timur Tengah, dan kawasan Amerika Latin.

Pada Januari-Juli 2022, ekspor Toyota Veloz mencapai 33.000 unit, mendominasi pencapaian ekspor TMMIN pada periode tersebut.

Secara rinci pada periode tersebut ekspor Toyota Indonesia ke lebih dari 100 negara mencapai 159.500 unit yang terdiri dari Veloz 33.000 unit, Rush 28.600 unit, Raize 25.000, Fortuner 24.000, sedan Vios 19.000 unit, Agya 14.500 unit, TownAce 12.700 unit, Kijang Innova 1.700 unit, dan Sienta 440 unit.

Dengan pencapaian tersebut Bob optimistis target ekspor Toyota Indonesia pada 2022 sebesar 284.000 unit akan tercapai. Apalagi, lanjutnya, pada sisa 5 bulan terakhir meski dunia terancam resesi global dan ada kecenderungan harga minyak turun, namun ekonomi negara-negara tujuan ekspor Toyota Indonesia cenderung masih tumbuh.

“Jadi begitu harga minyak turun, mungkin negara-negara yang tidak menghasilkan minyak ekonominya menguat, tapi nanti musim dingin negara-negara di Timur Tengah, ekonominya akan menguat,” ujarnya.

Ia mengaku bersyukur di tengah ancaman krisis global kinerja ekspor Toyota Indonesia justru melesat, bahkan bakal melampaui kinerja sebelum pandemi.***

Berita Terkait

Atasi Masalah Makanan Tumpah Saat Pengiriman, Inovasi Kemasan Presisi Jadi Solusi Restoran
Mengapa Sekolah di Indonesia Butuh Teknologi Manajemen Transportasi Real-Time Canggih Sekarang
Perkuat Valuasi Brand Jelang 20 Tahun Berkarya, Whitecyber Amankan Legalitas Merek Nasional
Kelola Persediaan dan Stock Opname dengan Software Akuntansi Kledo
INALUM Tancap Gas Investasi 2026, Perluas Smelter dan Refinery untuk Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional
Tingkatkan Akurasi Kehadiran dengan Software Absensi Karyawan dari HashMicro
Mengapa Cluster Perumahan Butuh Jasa Angkut Sampah?
Begini Cara Cek Harga Bitcoin dengan Mudah

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:22 WIB

Atasi Masalah Makanan Tumpah Saat Pengiriman, Inovasi Kemasan Presisi Jadi Solusi Restoran

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:55 WIB

Mengapa Sekolah di Indonesia Butuh Teknologi Manajemen Transportasi Real-Time Canggih Sekarang

Senin, 19 Januari 2026 - 19:13 WIB

Perkuat Valuasi Brand Jelang 20 Tahun Berkarya, Whitecyber Amankan Legalitas Merek Nasional

Senin, 29 Desember 2025 - 09:59 WIB

Kelola Persediaan dan Stock Opname dengan Software Akuntansi Kledo

Rabu, 17 Desember 2025 - 12:55 WIB

INALUM Tancap Gas Investasi 2026, Perluas Smelter dan Refinery untuk Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional

Berita Terbaru

logo

Press Release

PARA PEMIMPIN TEKNOLOGI GLOBAL LUNCURKAN TRUSTED TECH ALLIANCE

Minggu, 15 Feb 2026 - 03:15 WIB