Dukung Ekonomi Sirkular Plastik, Perubahan Perilaku Masyarakat Jadi Kunci yang Penting

- Pewarta

Kamis, 6 Oktober 2022 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dialog mengenai ‘Penanggulangan Sampah Laut Melalui Perubahan Perilaku Konsumen untuk Mendukung Ekonomi Sirkular Plastik’. (Dok. IBCSD)

Dialog mengenai ‘Penanggulangan Sampah Laut Melalui Perubahan Perilaku Konsumen untuk Mendukung Ekonomi Sirkular Plastik’. (Dok. IBCSD)

BISNIS NEWS – Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) didukung oleh UNEP melalui SEA Sirkular Project menyelenggarakan dialog mengenai ‘Penanggulangan Sampah Laut Melalui Perubahan Perilaku Konsumen untuk Mendukung Ekonomi Sirkular Plastik’.

Perubahan perilaku konsumen merupakan salah satu kunci penting dan menjadi strategi pertama dalam mencapai target pencapaian pengurangan sampah laut tahun 2025.

Hal ini disampaikan oleh Bapak Dirhansyah Conbul, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dalam sambutannya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dialog yang dilakukan secara online ini diikuti oleh 66 peserta yang mewakili pelaku usaha, instansi pemerintah serta berbagai organisasi.

Melalui Dialog ini diharapkan dapat diimplementasikan berbagai pengetahuan dan praktik baik dalam upaya menangani permasalahan sampah laut sekaligus mengoptimalkan peluang ekonomi sirkular di sektor plastik dan kemasan.

Dialog ini juga bertujuan untuk mendukung kerjasama antara pemerintah, pelaku usaha, organisasi masyarakat luas dalam mencapai target 70% pengurangan sampah laut pada tahun 2025 sebagaimana diamanatkan oleh Perpres No. 83 Tahun 2018.

Perubahan perilaku masyarakat sangat penting dalam mendukung pengurangan sampah plastik dan sampah lainnya dimana pengurangan sampah laut baru mencapai 28,5% pada periode 2018-2021.

Pada Dialog kali ini dihadiri juga oleh para narasumber yang memberikan paparan antara lain mengenai sharing solusi inovatif dalam pemanfaatan sampah plastik yang disampaikan oleh Novi CEO Rebricks Indonesia dengan slogan Pintar Mengolah Sampah Memudahkan dalam Pengolahannya.

Rebricks telah memanfaatkan sampah-sampah plastik untuk pembuatan paving block dan batako yang sekaligus dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal lainnya disampaikan oleh Tiza Mafira, dari Alliance for Zero Waste Indonesia yang juga Co-chair Behaviour Change Task Force National Plastic Action Partnership (NPAP).

Yaitu mengenai peta jalan perubahan perilaku untuk mengurangi sampah yang dirumuskan oleh NPAP dan telah diluncurkan pada bulan september tahun 2021.

Peta jalan perubahan perilaku ini diharapkan dapat mendukung target Pemerintah untuk mengurangi sampah di laut sebesar 70% pada tahun 2025.

Kondisi dan hambatan yang dihadapi berdasarkan penelitian perubahan perilaku untuk memerangi sampah plastik dan sampah lainnya yang sampai ke laut disampaikan oleh Saka, Campaign Manager Waste4change.

Salah satu perubahan yang perlu didorong adalah mengenai sistem yang ideal untuk pengangkutan sampah di perumahan dan bagaimana pengangkutan sampah secara sistematis sudah terpilah sejak sumbernya yaitu rumah tangga.

Dengan dilakukannya pemilahan yang baik sejak dari sumbernya diharapkan sampah plastik akan termanfaatkan kembali dan tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir.

Siegwerk Indonesia melalui Putri Riska Lestari, Research & Development and Sustainability Specialist menyampaikan bagaimana perusahaan telah mendorong solusi kemasan yang mendukung ekonomi sirkular.

Antara lain dengan membuat bahan baku daur ulang kualitas tinggi, rancang ulang kemasan satu lapis yang memudahkan daur ulang serta sistem kemasan tanpa pewarnaan.

Angga Adhitya Fritz Aradhana, Vice President Business Development & Strategic Partnership Octopus, memaparkan bagaimana Octopus sebagai sebuah platform, mendukung produsen dalam menetapkan strategi.

Dalam tanggung jawab produsen dengan melacak dan mengumpulkan produk pasca-konsumen yang dapat didaur ulang dan tidak dapat didaur ulang.

Dari sisi produsen, pada dialog ini juga terdapat insight dari mengenai inisiatif yang telah dilakukan untuk mengatasi sampah plastik melalui kerja sama dalam pemilahan sampah dengan masyarakat.

Serta tanggung jawab produk juga sangat penting untuk dipertanggungjawabkan kepada konsumen.

Hal ini dipaparkan oleh Widya Paramitha, Sustainable Development Specialist PT. Solusi Bangun Indonesia (SBI).

Pemrosesan sampah padat menjadi RDF (Refuse Derived Fuels) oleh SBI telah berdampak pada pengurangan 80% sampah padat ke tempat pembuangan akhir.

Sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi karena mengurangi bahan bakar fosil serta dampak positif ke lingkungan karena mengurangi emisi.

Tulus Abadi dari Yayasan Konsumen Indonesia dalam penutup dialog memberikan tanggapannya bahwa permasalahan sampah plastik yang sampai ke laut.

Dan berbagai usaha dalam pengurangannya tentunya diperlukan peran semua pihak.

Sampah tidak hanya menjadi cost center tetapi juga dapat menjadi profit center serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Dalam konteks perlindungan konsumen, sangat diharapkan adanya konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dengan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan.

Sinergi yang berkelanjutan perlu didorong juga melalui perubahan perilaku konsumen sehingga dapat mencapai target bersama untuk mengurangi sampah di laut pada tahun 2025.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Bisnisnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Atasi Masalah Makanan Tumpah Saat Pengiriman, Inovasi Kemasan Presisi Jadi Solusi Restoran
Mengapa Sekolah di Indonesia Butuh Teknologi Manajemen Transportasi Real-Time Canggih Sekarang
Perkuat Valuasi Brand Jelang 20 Tahun Berkarya, Whitecyber Amankan Legalitas Merek Nasional
Kelola Persediaan dan Stock Opname dengan Software Akuntansi Kledo
INALUM Tancap Gas Investasi 2026, Perluas Smelter dan Refinery untuk Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional
Tingkatkan Akurasi Kehadiran dengan Software Absensi Karyawan dari HashMicro
Mengapa Cluster Perumahan Butuh Jasa Angkut Sampah?
Begini Cara Cek Harga Bitcoin dengan Mudah

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:22 WIB

Atasi Masalah Makanan Tumpah Saat Pengiriman, Inovasi Kemasan Presisi Jadi Solusi Restoran

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:55 WIB

Mengapa Sekolah di Indonesia Butuh Teknologi Manajemen Transportasi Real-Time Canggih Sekarang

Senin, 19 Januari 2026 - 19:13 WIB

Perkuat Valuasi Brand Jelang 20 Tahun Berkarya, Whitecyber Amankan Legalitas Merek Nasional

Senin, 29 Desember 2025 - 09:59 WIB

Kelola Persediaan dan Stock Opname dengan Software Akuntansi Kledo

Rabu, 17 Desember 2025 - 12:55 WIB

INALUM Tancap Gas Investasi 2026, Perluas Smelter dan Refinery untuk Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional

Berita Terbaru

logo

Press Release

PARA PEMIMPIN TEKNOLOGI GLOBAL LUNCURKAN TRUSTED TECH ALLIANCE

Minggu, 15 Feb 2026 - 03:15 WIB