BISNISNEWS.COM – Presiden Jokowi menegaskan lagi sikapnya terkait urusannya dengan cawe-cawe politik di Pemilihan Umum 2024
Jokowi menjelaskan, yang dilakukannya bertujuan agar Pilpres 2024 berjalan dengan baik.
Tanpa ada riak-riak yang membahayakan negara dan bangsa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Presiden Jokowi, cawe-cawe merupakan tanggung jawab moral sebagai presiden dalam masa transisi kepemimpinan nasional pada tahun 2024.
Jokowi mengaku dirinya tidak ingin diam saja tatkala kontestasi politik dalam Pemilu 2024 terdapat potensi riak-riak.
Baca artikel menarik lainnya, di sini: Indikator Politik Ungkap Alasan Tingkat Keterusungan Prabowo Subianto – Erick Thohir Disebut Semakin Kuat
“Masa riak-riak yang membahayakan bangsa saya disuruh diam. enggaklah,” kata Presiden Jokowi.
Baca Juga:
[MWC 2026] GlobalData Terbitkan Laporan Resmi tentang Evolusi Layanan Suara di Era AI
CGTN AMERICA & CCTV UN: China in Springtime: China’s Development Opportunities for the World
Roborock Jadi Merek Robot Pembersih Pintar No. 1 di Dunia Menurut IDC
Jokowi menyampaikan hal itu dalam konferensi pers Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Juni 2023.
“Ya, harus menjaga agar di kepemimpinan nasional serentak, Pilpres itu bisa berjalan baik, tanpa ada riak-riak yang membahayakan negara,” kata Presiden.
Dalam kesempatan sebelumnya, Presiden Jokowi mengklarifikasi tentang cawe-cawe politik saat menerima jajaran Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 5 Juni 2023.*







