BISNISNEWS.COM – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan, persediaan minyak goreng jenis MinyaKita akan banyak tersedia di pasar pada Februari 2023.
Sehingga, persediaan serta harga MinyaKita akan kembali normal, khususnya menjelang Ramadhan dan Lebaran 2023.
“Mudah-mudahan bulan Februari nanti, karena akan puasa dan lebaran, mudah-mudahan sudah mulai membanjiri pasaran.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sehingga di pasar-pasar rakyat ini juga bisa normal lagi,” kata Mendag Zulkifli, di Istana Kepresidenan, Senin 30 Januari 2023.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah bersama produsen minyak goreng siap meningkatkan tambahan suplai minyak goreng kemasan dan curah.
Adapun tambahan suplai sebanyak 450 ribu ton per bulan akan dilakukan selama tiga bulan, terhitung sejak Februari-April 2023.
Mendag mengatakan ada dua penyebab MinyaKita langka di pasaran. Pertama, karena semakin tingginya permintaan konsumen terhadap minyak tersebut.
Baca Juga:
CGTN AMERICA & CCTV UN: China in Springtime: China’s Development Opportunities for the World
Roborock Jadi Merek Robot Pembersih Pintar No. 1 di Dunia Menurut IDC
[MWC 2026] GSMA Luncurkan Spesifikasi Pengalaman Aplikasi “AI Calling Native”
“Semua orang carinya MinyaKita karena yang dulu itu ada di pasar rakyat dalam bentuk curah, sekarang dikemas bagus.”
“Sama dengan minyak premium dan bisa didapat di ritel modern, di mana-mana,” ujarnya.
Banyaknya permintaan, menurutnya, membuat pasokan MinyaKita berkurang di pasaran.
Terlebih stok di pasaran dijatah sebanyak 300 ribu ton saja per bulan.
Baca Juga:
Sebagai Pelopor Ponsel AI, nubia Mengubah Interaksi Manusia-Perangkat di MWC Barcelona 2026
Kiprah GBA Selama 10 Tahun Terakhir: Persatuan, Pertumbuhan, dan Peluang Tanpa Batas
Haier Biomedical Gelar European Partner Summit di Roma, Memperkuat Strategi “In Europe, for Europe”
Penyebab kedua yaitu karena pasokan CPO dialihkan untuk produksi B35.
“Kita mengubah B20 menjadi B35, B20 menyedot CPO 9 juta ton, begitu berubah jadi B35 tambah 4 juta ton,” papar Mendag.
Pria yang akrab disapa Zulhas itu lantas memastikan stok yang berkurang di pasar bukan karena kurang produsen.
“Bukan, karena sekarang semua cari MinyaKita, barangnya bagus, kualitasnya high quality,” jelasnya.
Harga MinyaKita Rp14 ribu per liter, sedangkan minyak premium Rp20 ribu per liter atau bahkan ada yang lebih.
Karena inilah Zulhas mengatakan, MinyaKita banyak dicari. ***
Baca Juga:
Pan Pacific Hotels Group Memperkuat Tim Eksekutif untuk Mendukung Fase Pertumbuhan Berikutnya
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Bisnisnews.com, semoga bermanfaat.









