Rendang Katuju, Panganan UMKM yang Merambah Pasar Ekspor

0
63

Liputan6.com, Jakarta – Selama ini rendang dikenal sebagai makanan asli Indonesia berbahan dasar daging. Namun di tangan kreatif pria bernama Ade Surianto, rendang mampu diolah dari bahan dasar lain seperti ikan tuna dan lokan.

Ade telah memulai usaha olahan rendang sejak 2017 dengan merek Katuju. Awalnya, pria asal Padang, Sumatera Barat ini memproduksi rendang karena adanya permintaan oleh beberapa jemaah Umrah yang berangkat ke Arab Saudi.

“Para jemaah Umrah tersebut biasanya merasa kesulitan untuk menyesuaikan dengan menu makanan di sana, apalagi dengan orang Sumatera Barat. Oleh karena itu kita memiliki inovasi untuk menyediakan rendang yang sudah dikemas di dalam sachet. Alhamdulillah mendapatkan sambutan yang baik dari para jemaah umrah,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Melihat pasar dari produk rendang yang sangat luas, Ade kemudian mulai serius untuk mengembangkan produk rendang dalam kemasan dengan variasi bahan dasar yang juga beragam.

Ade mengatakan, dirinya memang sengaja membuat rendang dalam kemasan lantaran mengincar segmen para treveler. Kemasan yang dibuat pun tidak merepotkan saat dibawa bepergian dan tidak menyisakan sampah.

“Untuk mensiasati supaya dagingnya lebih tahan lama, kita proses produksi dan pengemasan secara steril, kemudian kita lakukan vakum. Kita terapkan sistem sehingga bisa tahan bingga 180 hari untuk bisa dibawa keluar negeri. Meski pun kita masih skala UMKM, tetapi kita bisa membuat dalam jumlah yang banyak dan rasa yang standar, karena pakai gramasi,” jelas dia.

Dalam sebulan, Ade mengaku mampu memproduksi hingga 4,5 ton hingga 13,5 ton rendang dengan omzet sekitar Rp 60 juta.

“Untuk musim haji tahun ini, kami sudah mendapatkan pesanan sebanyak 200 ribu sachet dari Arab Saudi,” lanjut dia.

Selain rendang dari daging, Ade juga memproduksi rendang berbahan dasar lain yaitu ikan tuna dan lokan. Dua varian ini justru paling banyak dicari oleh konsumen karena masih jarang ditemui masyarakat.

“Harga untuk di konsumen itu Rp 75 ribu-Rp 80 ribu untuk ukuran 250 gram. Kita sudah audit kompetitor jadi harga Katuju masih di bawah kompetitor,” kata dia.

Saat ini rendang Katuju telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Depok, Aceh, Majalengka dan Tegal. Katuju juga rencananya akan memperluas pasarnya hingga bisa menembus lebih banyak pasar ekspor.

“Kami memang belum mandapatkan buyer pasti, selain dari Arab Saudi. Tetapi begitu izin ekspor untuk kami keluar, akan ada beberapa channel seperti ke Jepang, Amerika, Korea Selatan dan Hong Kong karena di sana juga banyak WNI (warga negara Indonesia),” tutur dia.