Rayakan Lebaran, Bupati Azwar Anas Ajak Masyarakat Belanja Kue dari UMKM

0
48

Liputan6.com, Jakarta Menjelang Lebaran, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak warga untuk mendukung dan memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengonsumsi produk mereka. Warga diajak membeli suguhan makanan Lebaran dengan produk buatan warga Banyuwangi sendiri.

“Setiap Lebaran ada tradisi saling mengunjungi rumah tetangga, kerabat, saudara, reuni SMA dan sebagainya. Ayo suguhkan kue produk UMKM. Penuhi meja ruang tamu hanya dengan kue dan minuman produksi UMKM. Jadi perputaran uang tidak hanya dinikmati para produsen kue pabrikan,” tutur Anas saat dihubungi via pesan elektronik, Kamis (30/5/2019).

Setiap Lebaran, Anas yang selalu open house di rumah pribadinya di Dusun Karangdoro, sekitar 70 menit dari pusat kota Banyuwangi, juga selalu menyediakan kue dari home industry yang ada di Banyuwangi untuk ribuan tamu yang datang.

Anas menyediakan kue bagiak, ladrang, klemben, pia glenmore, berbagai kerupuk ikan, bolu, dan beragam keripik buah-buahan yang semuanya produk UMKM Banyuwangi. Untuk minuman, Anas menyediakan kopi dan cokelat khas Banyuwangi serta beragam minuman olahan buah yang diproduksi UMKM setempat.

“Di Banyuwangi ini banyak usaha rumahan yang membuat kue enak-enak, biasanya resep dari warisan leluhurnya. Rasanya lebih enak dibanding merek-merek pabrikan. Nanti dilengkapi kopi, cokelat, dan minuman olahan buah yang banyak diproduksi UMKM Banyuwangi,” ungkap Anas.

Dengan begitu, menurut dia, membantu para pelaku UMKM untuk berkembang, sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain.

“Alhamdulillah, produk UMKM dan industri rumah tangga di Banyuwangi terus tumbuh. Banyak pula yang memasarkan lewat media sosial, karena Pemkab Banyuwangi juga rutin bikin pelatihan internet marketing,” kata Anas.

Seperti yang dirasakan Ziska Purwanti, pembuat cokelat asal Kecamatan Genteng. Berbekal pemasaran online, dia mendapat pesanan cokelat hingga ratusan toples untuk Lebaran ini. “Harganya satu toples berkisar Rp 50-90 ribu,” aku Ziska.

Begitu halnya Kurnia Dwi Lestari, pemilik rumah produksi makanan ringan ‘Anisa’ ini kebanjiran orderan hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Kami kerja dari jam lima pagi hingga sore hari. Karena pesanan kue kering membeludak sejak memasuki bulan puasa kemarin. Biasanya hanya 30 orang yang membantu, saya terpaksa menambah 15 orang lagi warga sekitar untuk memenuhi pesanan,” jelas Kurnia yang rumah produksinya berada di Desa Lemahbang Dewo, Kecamatan Rogojampi.

Dia mengaku bahwa menjelang Lebaran ini produksinya meningkat tajam hingga dua kali lipat. Bila sehari-hari produksinya hanya sekitar 3.000 kemasan kue kering, namun khusus Lebaran ini meningkat hingga 10.000 ribu kemasan.

Selain memasok toko kue di Banyuwangi, produk ‘Anisa’ juga diminati pasar Bali. Kurnia juga memasarkan produknya secara online.

“Setiap hari banyak salesman yang datang ke mari. Ada yang dijual ke toko-toko di Banyuwangi, ritel modern, hingga Bali. Semua meningkat, termasuk pesanan online juga meningkat hingga 30 persen,” ujarnya.