PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Optimistis Arungi Tahun 2024, Fundamental Kuat

- Pewarta

Jumat, 29 Desember 2023 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama BRI Sunarso. (Dok. BRI)

Direktur Utama BRI Sunarso. (Dok. BRI)

BISNISNEWS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI memiliki optimisme yang besar untuk mengarungi iklim bisnis pada 2024, karena memiliki fundamental yang kuat, salah satunya dicerminkan oleh kondisi likuiditas yang memadai.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Direktur BRI Sunarso mengakui bahwa likuiditas perekonomian saat ini memang mengetat. Namun demikian, industri perbankan masih dalam batas-batas yang bisa untuk mendorong pertumbuhan.

Terlebih, khusus untuk BRI per September 2023 memiliki rasio likuiditas yang baik. Hal itu tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI yang sebesar 87,76%.

Menurutnya angka tersebut menunjukkan bahwa bank masih memiliki ruang untuk tumbuh.

“Karena menurut saya BRI harus kelola secara optimal LDR itu di level antara 90% sampai 92%. Kalau di atas 92% sudah ketinggian, kalau di bawah 90% menurut saya mesti mendorong kredit dahulu.”

“Agar likuiditas yang ada di tangan bank itu tersalurkan secara efektif dan produktif kepada masyarakat dalam bentuk kredit,” ujarnya.

Sunarso melanjutkan, selain itu Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal BRI berada di level 27,48%.

Persentase itu berart jauh lebih dari cukup. Karena sebenarnya untuk meng-cover seluruh risiko mengacu dengan ketentuan Basel II, hanya dibutuhkan CAR sekitar 17,5%.

Oleh karena itu, dengan CAR 27,48% menurutnya perseroan masih memiliki kelebihan modal.

Dengan demikian, Sunarso menyimpulkan jika setiap tahun BRI membutuhkan tambahan ‘konsumsi’ CAR 2% saja, maka sampai 5 tahun ke depan Perseroan tidak perlu modal tambahan.

“Tidak perlu nambah modal dan tetap bisa tumbuh secara agresif. Saya kira mungkin itu yang paling penting. Jadi, saya simpulkan, kondisi likuiditas BRI baik-baik saja, tercermin di LDR-nya yang masih relatif rendah, kita masih bisa dorong kredit.”

“Kemudian untuk dorong kredit, modalnya juga sangat tinggi, sangat cukup untuk meng-cover pertumbuhan,” tegasnya.

Optimisme Sektor Perbankan

Sunarso lanjut menjelaskan, optimisme yang dirasakan BRI cenderung dirasakan pula industri perbankan meski likuiditas mengetat.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Sunarso yang juga menjabat Ketua Himpunan Bank Negara (Himbara) mengatakan LDR bank pelat merah berada di kisaran 89,31% hingga September 2023, dan cukup aman karena belum lebih dari 92%.

Hal itu ditopang oleh pertumbuhan kredit Himbara yang mencapai 10,94%.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Bahkan BRI sendiri, sampai September 2023 kreditnya bertumbuh 12,5% secara tahunan atau diatas pertumbuhan kredit industri perbankan yang berada di kisaran 8%.

Sunarso juga menyebut likuiditas sempat meningkat tajam pada saat pandemi Covid-19 pada periode 2021 dan 2022, dengan rata-rata di atas Rp700 triliun di pasar perbankan.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Namun, pada periode Januari ke Oktober 2023 rata-ratanya tinggal Rp564 triliun.

infoekbis

Hal itu menunjukkan bahwa likuiditas perbankan memang mengetat. Kendati demikian, kata dia, masih dalam batas-batas bisa mendorong pertumbuhan.

Terbukti pertumbuhan kredit Himbara masih bisa tumbuh di atas rata-rata perbankan.

“Persaingan antar bank, pasti terjadi dalam menghimpun dana. Kita memang harus mendorong untuk bersaing. Tapi yang harus dijaga adalah jangan sampai likuiditas ini juga terkonsentrasi di beberapa bank tertentu saja,” pungkasnya.***

Berita Terkait

BI Ungkap Alasan Pertumbuhan Ekonomi di Triwulan I dan II pada 2024 Lebih Tinggi dari Triwulan IV 2023
Akan Ambil Tindakan Tegas, BRI Pastikan Informasi Video Himbauan ke Pengguna adalah Tidak Benar
Jaga Keandalan Transaksi Nasabah, BRI Raih ISO 2230:2019 – BCMS
Bertemu Petinggi World Bank, Menkeu Sri Mulyani Indrawati Bahas Pengembangan Kerja Sama
Wanita Tangguh Berkarya lewat Program BRI Peduli BRInita
BRI Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jamaah Haji 2024
BI dan Pemerintah Terus Perkuat Koordinasi, Utang Luar Negeri Indonesia pada Februari 2024 Terkendali
Eskalasi Geopolitik Iran – Israel, Harga BBM dan LPG Tidak Naik Sampai Juni tapi Juli 2024 akan Dievaluasi
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 24 April 2024 - 22:34 WIB

BI Ungkap Alasan Pertumbuhan Ekonomi di Triwulan I dan II pada 2024 Lebih Tinggi dari Triwulan IV 2023

Rabu, 24 April 2024 - 18:14 WIB

Akan Ambil Tindakan Tegas, BRI Pastikan Informasi Video Himbauan ke Pengguna adalah Tidak Benar

Selasa, 23 April 2024 - 13:59 WIB

Jaga Keandalan Transaksi Nasabah, BRI Raih ISO 2230:2019 – BCMS

Selasa, 23 April 2024 - 13:14 WIB

Bertemu Petinggi World Bank, Menkeu Sri Mulyani Indrawati Bahas Pengembangan Kerja Sama

Senin, 22 April 2024 - 21:25 WIB

Wanita Tangguh Berkarya lewat Program BRI Peduli BRInita

Senin, 22 April 2024 - 17:27 WIB

BRI Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jamaah Haji 2024

Senin, 22 April 2024 - 16:29 WIB

BI dan Pemerintah Terus Perkuat Koordinasi, Utang Luar Negeri Indonesia pada Februari 2024 Terkendali

Senin, 22 April 2024 - 15:53 WIB

Eskalasi Geopolitik Iran – Israel, Harga BBM dan LPG Tidak Naik Sampai Juni tapi Juli 2024 akan Dievaluasi

Berita Terbaru