Indonesia Wants to Build a New Capital City. Problem is, It Doesn’t Have Money

- Pewarta

Kamis, 7 April 2022 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS NEWS – Ambisi ingin pindah Ibukota Negara ke Penajam Kaltim bukan saja menjadi gonjang-ganjing di dalam negeri tetapi juga menjadi olok-olok tajam di luar negeri.

Di dalam negeri memang mendapat penentangan keras. Dari kritik aspek historis, studi kelayakan, keamanan, hingga keuangan dan bahkan mistisisme. Terakhir dilakukan uji maretiel UU IKN kepada Mahkamah Konstitusi.

Hengkangnya investor potensial Jepang yang menarik kembali komitmennya dipastikan membuat dampak psiko-ekonomik besar terhadap investor asing lainnya.

Saudi maupun China masih dalam tahap janji dan membingkai harapan. Opsi “edarkan kencleng” dilempar Kepala Otorita yang tentu saja menjadi bahan tertawaan.

Di media luar negeri juga olok-olok dan skeptisme ditulis secara tajam sebagai efek dari batalnya investasi SoftBank Jepang sebesar US 32,5 Billion.

Tulisan Abhioday Sidodia di TFI Global menarik dengan judul “Indonesia wants to build a new capital city. Problem is, it doesn’t have money”.

John Mc Beth dalam Asia Times menyatakan “Indonesia’s new capital on shaky financial ground”.

Aljazeera mengangkat tulisan Aisyah Llowellyn “Crowdfunding a capital : Indonesia is unusual pitch raises eyebrows”.

Ambisi ingin pindah Ibukota negara ternyata dimodali “teu boga duit” atau “doesn’t have money”. Bak orang miskin yang banyak keinginan.

Ketika mengalami kegoyahan finansial “shaky financial ground” sudah pasti kegagalan di depan mata.

jasapr

Apalagi dengan cara tidak lazim, urunan masyarakat “unusual pitch” maka dunia pun ikut tersenyum melihat kebodohan ini dengan mengangkat alis “raises eyebrows”. Hadeuh.

Luhut dan Jokowi mulai bingung atas kemungkinan mangkrak bahkan gagal proyek yang tidak pakai fikiran cerdas ini.

Atau program ini memang sekedar nasehat dukun? Untuk menghibur diri nampaknya perlu mengupload foto “mesra” dengan Pangeran Salman atau Xi Jinping seolah-olah dana akan membanjir dari Saudi atau China.

Padahal Luhut dan Jokowi lupa bahwa itu masih janji dan kalau kebanjiran pun artinya dapat menenggelamkan.

Masalahnya Jokowi, Luhut dan konco-konco lainnya itu masa jabatannya tinggal dua tahun. Sementara investor saat ini “kagak punye” atau “belom ade”.

Tahapan kini mungkin baru komat kamit dan jampe-jampe. Diprediksi 2024 belum apa-apa baru urug-urug atau menyelesaikan permasalahan lahan. Suku Dayak saja masih minta referendum.

Jokowi selesai masa jabatan, maka ambisi IKN juga selesai. Nanti prioritas bukan masalah pindah Ibu Kota Negara lagi tetapi membenahi hutang jor-joran Pemerintah dan menstabilkan kehidupan ekonomi, hukum, dan politik.

Mungkin saja sibuk juga untuk membongkar kolusi dan korupsi rezim Jokowi. Mengubah dari moto “negara adalah aku” menjadi “negara harus memenjarakan kamu”.

Al Jazeera mengutip pandangan Sri Murlianti, dosen Universitas Mulawarman mengenai program urunan “crowdfunding”.

Menurutnya “It’s hard enough for people to buy cooking oil and other basic necessities, and now they are going to be asked to pay for the new capital too ? It’s a mess”. Ya berantakan !

Memalukan agenda pindah IKN nyatanya tanpa perhitungan yang matang dan terlebih tanpa persetujuan rakyat secara keseluruhan. Pindah IKN lebih pada kemauan dan kepentingan oligarki semata.

Untuk proyek besar tanpa melibatkan partisipasi rakyat dijamin bakal mengalami kegagalan. Rakyat akan masa bodoh atau tidak mau tahu.

Rakyat yang masih mengalami berbagai kesulitan belum merasa perlu akan pindahnya IKN. Undang-Udang diketuk buru buru dan sembunyi sembunyi.

Jokowi “ngebet” ingin punya istana baru seperti anak kecil yang perlu “ngebela-belain” dengan bikin kemah-kemahan segala. Badut.

Sementara itu dunia ikut geli dalam mengikuti. Ada yang senyum dan adapula yang ketawa-ketiwi.

Ah, Jokowi..Jokowi. You really can’t manage your country, sir.

Opini: M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.

Berita Terkait

Inilah Profil Sudayono yang Diisukan akan Menjadi Wakil Menteri Koperasi, UKM dan Pasar Tradisional
Daftar Lengkap Susunan Kabinet Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, Berdasarkan Poster Viral
TKDN RSPPN Soedirman Capai 70 Persen, Presiden Jokowi Sebut Bantu Percepatan Ekonomi Nasional
Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan Didakwa Rugikan Negara Rp1,77 T dalam Kasus Pengadaan LNG
Ini Tanggapan Butet Kertaredjasa Setelah Ketua Umum Pro Jokowi Perintahkan Relawan Cabut Laporan
Proklamator Dirikan Indonesia Bukan untuk Wujudkan Bantuan Sosial tapi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat
Sandiaga Uno Tampung Aspirasi Mengenai Kesejahteraan bagi Para Pensiunan ASN – TNI/Polri
Ahok Ungkap Alasan Dirinya Mengundurkan Diri Sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero)
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 06:58 WIB

Inilah Profil Sudayono yang Diisukan akan Menjadi Wakil Menteri Koperasi, UKM dan Pasar Tradisional

Selasa, 20 Februari 2024 - 15:14 WIB

Daftar Lengkap Susunan Kabinet Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, Berdasarkan Poster Viral

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:22 WIB

TKDN RSPPN Soedirman Capai 70 Persen, Presiden Jokowi Sebut Bantu Percepatan Ekonomi Nasional

Selasa, 13 Februari 2024 - 08:19 WIB

Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan Didakwa Rugikan Negara Rp1,77 T dalam Kasus Pengadaan LNG

Selasa, 6 Februari 2024 - 13:34 WIB

Ini Tanggapan Butet Kertaredjasa Setelah Ketua Umum Pro Jokowi Perintahkan Relawan Cabut Laporan

Senin, 5 Februari 2024 - 15:00 WIB

Proklamator Dirikan Indonesia Bukan untuk Wujudkan Bantuan Sosial tapi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat

Senin, 5 Februari 2024 - 08:37 WIB

Sandiaga Uno Tampung Aspirasi Mengenai Kesejahteraan bagi Para Pensiunan ASN – TNI/Polri

Sabtu, 3 Februari 2024 - 10:49 WIB

Ahok Ungkap Alasan Dirinya Mengundurkan Diri Sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero)

Berita Terbaru

Direktur Digital dan Teknologi Informasi Bank BRI Arga M. Nugraha. (Dok. BRI)

Ekonomi

Wow! 99% Total Transaksi BRI Dilakukan Secara Digital

Kamis, 22 Feb 2024 - 18:40 WIB