BISNISNEWS.COM – Financial Intermediary Fund (FIF) didirikan oleh World Bank untuk membantu negara berkembang.

Yaitu negara berpendapatan rendah dan menengah untuk menangani permasalahan pandemi.

FIF didirikan pada 30 Juni 2022, dan mengadakan pertemuan pertama pada 8-9 September 2022. FIF juga melibatkan tenaga ahli dari WHO.

Sejauh ini Bank Dunia berhasil mendapatkan komitmen senilai 1,4 miliar dolar AS dari berbagai negara dan yayasan philantropis dunia.

Klik artikelnya di sini: https://www.worldbank.org/en/news/press-release/2022/09/09/new-fund-for-pandemic-prevention-preparedness-and-response-formally-established

TAPI “TAHUKAH KAMU”, PRESIDENSI G20 INDONESIA TELAH MENG-KLAIM BERHASIL MENGUMPULKAN FIF SENILAI 1,4 MILIAR DOLLAR AS?

Jelas klaim ini tidak sesuai fakta, apakah bangsa ini tidak ada rasa malu lagi, “membajak” prestasi pihak lain, pihak internasional, untuk diakui sebagai miliknya?

Memang kasihan, bagi mereka yang miskin prestasi.

Laman resmi sejumlah kementerian, termasuk Kominfo.go.id yang dilihat pada Minggu, 6 November 2022 menulis Presidensi G20 Indonesia memberikan kontribusi luar biasa bagi pemulihan dunia.

Klik artikelnya di sini: https://www.kominfo.go.id/content/detail/45387/presidensi-g20-indonesia-kumpulkan-financial-intermediary-fund-fif-sebesar-14-miliar-dollar-as/0/infografis

Financial Intermediary Fund (FIF) sebesar 1,4 miliar dolar AS berhasil terkumpul untuk pembiayaan kesiapsiagaan, pencegahan, dan respon pandemi di masa depan.

Selain itu, juga banyak kesepakatan dan komitmen yang dihasilkan dari Presidensi G20 yang dilaksanakan di Indonesia.

Oleh: Anthony Budiawan – Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies).***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Bisnisnews.com, semoga bermanfaat.