Indomie Rasa Ayam Spesial Ditarik dari Taiwan dan Malaysia, Kemendag: Dari Distibutor Tak Resmi

- Pewarta

Jumat, 5 Mei 2023 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi. (Dok. Kemendag.go.id)

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi. (Dok. Kemendag.go.id)

BISNISNEWS.COM – Kementerian Perdagangan(Kemendag) ungkap distributor tak resmi terlibat ekspor Indomie Rasa Ayam Spesial dengan negara tujuan Taiwan dan Malaysia yang berakibat ditariknya peredaran mi instan asal Indonesia tersebut.

“Jadi memang yang melalui distributor resmi, ada yang diimpor individu. Nah ini terjadi perbedaan sebetulnya.”

“Kalau yang melalui distributor resmi, itu kan mereka sudah melalui penyesuaian syarat-syarat yang diminta oleh Taiwan, mulai dari kandungan beberapa unsurnya sudah sesuai.”

Baca artikel menarik lainnya di sini: Bentuk Koalisi Besar, Golkar Bersama PKB akan Jalin Komunikasi dengan Partai Politik Lain

“Nah, itu enggak ada masalah,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi kepada media usai acara Halal Bihalal di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Kamis 5 Mei 2023.

Didi menjelaskan produk-produk buatan Indonesia yang diekspor ke luar negeri, sudah terlebih dahulu disesuaikan dengan standar masing-masing negara melalui distributor resmi.

Namun, pada kasus penarikan Indomie Rasa Ayam Spesial di Taiwan dan juga Malaysia, merupakan produk Indomie yang ditujukan untuk pasar dalam negeri sehingga berakibat pada ketidaksesuaian standar negara tujuan ekspor.

“Nah yang masalah itu yang diimpor oleh individu-individu karena banyak orang Indonesia impor macam-macam salah satunya Indomie ini. Nah itu adalah Indomie yang standar Indonesia, memang berbeda jadinya,” ucapnya.

Menindaklanjuti penarikan peredaran Indomie tersebut, Didi mengaku telah bertemu dengan kementerian dan lembaga terkait di Malaysia dan Taiwan.

Menurutnya, kejadian serupa sudah sering terjadi sebelumnya, mengingat diaspora Indonesia banyak yang bekerja dan tinggal di Taiwan dan Malaysia dan bebas untuk membawa produk-produk asal Indonesia.

jasapr

“Bukan merek ini saja dan itu sebenarnya yang terjadi perbedaan antara yang diimpor oleh distributor resmi dan yang diimpor oleh individu.”

“Kita diaspora banyak ya, apalagi di Taiwan. Jadi kita tidak menyalahkan ya mereka bisa bawa masuk, kan bisa pake tentengan,” jelasnya.

Terkait potensi penurunan nilai ekspor akibat kebijakan Taiwan dan Malaysia tersebut, Didi menegaskan bahwa produk yang ditarik adalah produk yang dibawa oleh distributor resmi.”

“Sedangkan produk yang disalurkan oleh distributor resmi Indofood dan telah sesuai dengan standar masing-masing negara, tidak akan terpengaruh.

“(Nilai ekspor ke Taiwan) total 2 miliar dolar AS. Kalau Indomie puluhan miliar dolar AS. Menurut saya (ekspor) ditutup enggak ya, karena sering terjadi.”

“Itu terjadi seperti tadi diimpor oleh individu atau agen yang bukan distributor resmi,” ucapnya.

Adapun otoritas Taiwan dan Malaysia menarik peredaran Indomie Rasa Ayam Spesial di wilayahnya karena kandungan etilen oksida yang tinggi dalam produk mi instan itu.

Menanggapi hal itu, Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (“ICBP” atau “Perseroan”) sebagai anak perusahaan PT Indofood Sukses Makmur menegaskan semua produk mi instan yang diproduksi oleh ICBP di Indonesia diproses sesuai dengan standar keamanan pangan dari Codex Standard for Instant Noodles dan juga standar yang sesuai dengan ketentuan Badan POM RI.***

Berita Terkait

Tanpa Kecelakaan Berat, Perusahaan PT Sumbawa Timur Mining Berhasil Mencapai 6 juta Jam Kerja
Punya Likuiditas & Permodalan Memadai, BRI Optimis Tumbuh Lebih Baik Di Tahun 2024
Hotel-hotel Indonesia Borong Penghargaan di ASEAN Tourism Awards 2024, Indonesia Tujuan Wisata Populer
Jasasiaranpers.com Gelar Paket Promo Akhir Tahun 2023, Beli Publikasi 1 Press Release Dapat 1 Publikasi Gratis
10 Contoh Krisis Komunikasi yang Bisa Ditangani dengan Menggunakan Bantuan Publikasi Press Release
Layanan Single Bank Kustodian dan Perlindungan bagi Penerima KUR, BRI Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan
Inovasi Semen Mortar Drymix Cegah Retak Bocor dan Pengelupasan Dinding
Presiden Soal Perkembangan Industri Nasional Pertahanan, Prabowo: Sangat Puas, Sangat Gembira
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:29 WIB

Tanpa Kecelakaan Berat, Perusahaan PT Sumbawa Timur Mining Berhasil Mencapai 6 juta Jam Kerja

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:28 WIB

Punya Likuiditas & Permodalan Memadai, BRI Optimis Tumbuh Lebih Baik Di Tahun 2024

Selasa, 30 Januari 2024 - 14:09 WIB

Hotel-hotel Indonesia Borong Penghargaan di ASEAN Tourism Awards 2024, Indonesia Tujuan Wisata Populer

Selasa, 12 Desember 2023 - 13:19 WIB

Jasasiaranpers.com Gelar Paket Promo Akhir Tahun 2023, Beli Publikasi 1 Press Release Dapat 1 Publikasi Gratis

Rabu, 8 November 2023 - 11:25 WIB

10 Contoh Krisis Komunikasi yang Bisa Ditangani dengan Menggunakan Bantuan Publikasi Press Release

Kamis, 19 Oktober 2023 - 11:22 WIB

Layanan Single Bank Kustodian dan Perlindungan bagi Penerima KUR, BRI Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 2 Agustus 2023 - 16:28 WIB

Inovasi Semen Mortar Drymix Cegah Retak Bocor dan Pengelupasan Dinding

Selasa, 11 Juli 2023 - 10:06 WIB

Presiden Soal Perkembangan Industri Nasional Pertahanan, Prabowo: Sangat Puas, Sangat Gembira

Berita Terbaru

Direktur Digital dan Teknologi Informasi Bank BRI Arga M. Nugraha. (Dok. BRI)

Ekonomi

Wow! 99% Total Transaksi BRI Dilakukan Secara Digital

Kamis, 22 Feb 2024 - 18:40 WIB