Distributor Minyak Goreng Curah Dukung Pemerintah Terkait Larangan Ekspor CPO

- Pewarta

Kamis, 5 Mei 2022 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minyak Goreng. (Ewscb.kemendag.go.id)

Minyak Goreng. (Ewscb.kemendag.go.id)

BISNIS NEWS – Distributor minyak goreng curah di Kota Pontianak, Kalimantan Barat Lauw Cu Weng mendukung kebijakan pemerintah melarang ekspor Minyak Sawit Mentah (CPO).

Menurut Lauw, dengan kebijakan larangan ekspor CPO akan meminimalisir kelangkaan minyak goreng di pasaran.

Selain itu, harganya pun sudah diatur berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET), sesuai Peraturan Menteri Perdagangan RI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau itu saya dukung, pak, malah kepinginnya seperti itu.”

“Harganya stabil, dak perlu antre-antre  lagi seperti dulu buat pusing Kepala, pak,” tuturnya, Selasa 3 Mei 2022.

Lauw mengatakan, pada saat terjadi kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu, pihaknya selaku distributor tetap mematuhi aturan pemerintah.

Dengan menjual minyak goreng curah seharga yang sudah ditetapkan berdasarkan HET, yakni Rp14 ribu per liter atau Rp15.500 per kilogram.

“Waktu itu, kita jual sesuai harga pemerintah,” imbuhnya.

Pengelolaan dan pengawasan penjualan minyak curah saat ini, ditambahkan Lauw, sudah semakin ketat dengan menerapkan Aplikasi SiMirah (Sistem Informasi Minyak Curah).

Munculnya aplikasi ini merupakan hasil perombakan total kebijakan terkait Minyak Goreng Sawit (MGS) curah, dari semula berbasis perdagangan menjadi kebijakan berbasis industri.

Hal ini dilakukan karena kebijakan MGS curah berbasis perdagangan dinilai kurang efektif menjaga pasokan dan harga bagi masyarakat, pelaku usaha mikro, dan usaha kecil.

Presiden RI Joko Widodo menetapkan larangan ekspor CPO dan turunannya per 28 April 2022 lalu.

Kebijakan ini akan dicabut jika kebutuhan minyak goreng di dalam negeri telah terpenuhi. ***

Berita Terkait

Fantastis! Hngga akhir Kuartal I 2024 Setoran BRI kepada Kas Negara Tembus Rp192,06 Triliun
Siap-siap Harga Gas Naik bagi 7 Indusri Ini, Pemerintah Segera Evaluasi Kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu
BRI Tawarkan KPR Green Financing Sejak 2021, Komitmen dan Beri Dukungan Terhadap Ekonomi Hijau
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Perum Bulog Akan Akuisisi Sumber Beras dari Kamboja
Menteri BUMN Erick Thohir Tunjuk Simon Aloysius Mantiri Sebagai Komisaris Utama PT Pertamina
Sebanyak 37 Perusahaan Antre Gelar IPO di Pasar Modal, 8 Perusahaan Omsetnya di atas Rp250 M
BRI Menanam Grow & Green Bantu Jaga Ekosistem Laut dan Kembangkan Potensi Wisata Daerah
Targetkan PNBP SDA Sektor Migas 2024 Sebesar Rp110,15 Triliun, Saat ini Baru Terealisasi 33,42 Persen
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 15:08 WIB

Fantastis! Hngga akhir Kuartal I 2024 Setoran BRI kepada Kas Negara Tembus Rp192,06 Triliun

Kamis, 20 Juni 2024 - 08:49 WIB

Siap-siap Harga Gas Naik bagi 7 Indusri Ini, Pemerintah Segera Evaluasi Kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu

Rabu, 19 Juni 2024 - 14:26 WIB

BRI Tawarkan KPR Green Financing Sejak 2021, Komitmen dan Beri Dukungan Terhadap Ekonomi Hijau

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:42 WIB

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Perum Bulog Akan Akuisisi Sumber Beras dari Kamboja

Senin, 10 Juni 2024 - 16:03 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir Tunjuk Simon Aloysius Mantiri Sebagai Komisaris Utama PT Pertamina

Selasa, 4 Juni 2024 - 07:57 WIB

Sebanyak 37 Perusahaan Antre Gelar IPO di Pasar Modal, 8 Perusahaan Omsetnya di atas Rp250 M

Kamis, 30 Mei 2024 - 11:56 WIB

BRI Menanam Grow & Green Bantu Jaga Ekosistem Laut dan Kembangkan Potensi Wisata Daerah

Kamis, 30 Mei 2024 - 09:36 WIB

Targetkan PNBP SDA Sektor Migas 2024 Sebesar Rp110,15 Triliun, Saat ini Baru Terealisasi 33,42 Persen

Berita Terbaru