Covid-19 di Indonesia Terkendali, Kondisi Perekonomian Terkini Semakin Membaik

- Pewarta

Minggu, 15 Mei 2022 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Kementerian Keuangan RI. (Dok. Kemenkeu.go.id)

Gedung Kementerian Keuangan RI. (Dok. Kemenkeu.go.id)

BISNIS NEWS – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menjelaskan bahwa kondisi perekonomian terkini sudah semakin membaik.

Seiring terkendalinya pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi kasus harian Covid-19 yang terus menurun.

“Kita bersyukur kita bisa mengelola ini dengan sangat baik dengan segala kerja keras yang sudah kita lakukan bersama-sama masyarakat dan juga pemerintah,” ujar Kepala BKF dalam acara Tanya BKF, Jumat 13 Mei 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dibandingkan dengan kondisi perekonomian di tahun 2019, Kepala BKF mengatakan Indonesia adalah salah satu negara yang sudah keluar dan berada di atas kondisi pra-pendemi.

Sebagai contoh, di kuartal pertama 2022 ini, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah berada di atas rata-rata produk domestik bruto (PDB) di tahun 2019.

“Ini tentunya sangat menggembirakan. Artinya perekonomian kita terus pulih, terus semakin tinggi di atas level PDB 2019,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala BKF menyampaikan beberapa negara juga sudah menunjukkan arah pemulihan.

Kondisi tersebut merupakan hal yang baik karena akan berdampak positif bagi Indonesia.

Namun, masih terdapat risiko yang mungkin harus dihadapi, misalnya kebijakan Zero Covid Policy dari Tiongkok dan geopolitik di Rusia.

“Risiko mungkin yang harus kita hadapi adalah beberapa negara, seperti Tiongkok yang menerapkan Zero Covid Policy itu mengakibatkan kontraksi di aktivitas manufakturnya.”

“Sementara Rusia yang terkait dengan geopolitik itu masih dalam konteks kontraksi. Ini risiko yang masih harus kita hadapi dalam konteks perekonomian globalnya,” terang Kepala BKF.

Selain itu, inflasi juga menjadi hal yang harus diperhatikan dan diantisipasi dengan baik. Menurut Kepala BKF, beberapa negara sudah melakukan kebijakan moneter yang cukup kuat.

Misalnya Brazil, Rusia, Meksiko, dan Afrika Selatan dalam merespon inflasi dengan kenaikan suku bunga acuannya.

Sebaliknya, Amerika, walaupun inflasinya sudah di 8 persen ke atas, tingkat suku bunga kebijakannya belum disesuaikan dengan cepat.

“Ini menjadi antisipatif bagi kita karena kita juga harus melihat bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga ini akan semakin cepat dalam beberapa bulan ke depan.”

“Sehingga dampaknya bagi perekonomian global dan domestik harus diantisipasi dengan baik,” ujar Kepala BKF.

Sementara, saat ini kondisi inflasi di Indonesia masih relatif rendah bila dibandingkan dengan banyak negara, yaitu sebesar 3,5 persen di bulan April atau masih sejalan dengan outlook pemerintah.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Meski begitu, Pemerintah akan terus memitigasi dampak inflasi terhadap harga-harga komoditas, baik energi maupun bahan pangan, sehingga inflasi yang tertransmisi ke rumah tangga masih relatif bisa dikelola dengan baik.

“APBN sebagai shock absorber memastikan bahwa dampaknya terhadap daya beli masyarakat juga dapat dikelola dengan baik,” kata Kepala BKF. ***

Berita Terkait

PT PLN Indonesia Power Manfaatkan Limbah Racik Uang Kertas Sebagai Bahan Bakar Pengganti Batu Bara
Momen Hangat Prabowo Rangkul Presiden Timor Leste Ramos Horta di Tengah Forum IISS Shangri-la
Target Dividen BUMN Tahun 2024 Naik Jadi Rp85 Triliun, Ini Warning yang Disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir
Di Washington D.C, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Dorong Transisi Energi Adil dan Terjangkau
Halal Bihalal: Peran PROPAMI dan LSP Pasar Modal dalam Merajut Tali Persaudaraan di Idul Fitri
BNSP dan KADIN Kompak Bahas Pelatihan Vokasi: Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Prioritas Utama
Paparan Prabowo Subianto Soal Transisi Pemerintahan dan Ekonomi Jadi Sorotan Media Asing
Direktur LSP-TA: RCC Asesor Kompetensi, Terobosan Baru dalam Peningkatan Kualitas
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 16:01 WIB

PT PLN Indonesia Power Manfaatkan Limbah Racik Uang Kertas Sebagai Bahan Bakar Pengganti Batu Bara

Minggu, 2 Juni 2024 - 09:57 WIB

Momen Hangat Prabowo Rangkul Presiden Timor Leste Ramos Horta di Tengah Forum IISS Shangri-la

Minggu, 21 April 2024 - 14:00 WIB

Target Dividen BUMN Tahun 2024 Naik Jadi Rp85 Triliun, Ini Warning yang Disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir

Kamis, 18 April 2024 - 08:10 WIB

Di Washington D.C, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Dorong Transisi Energi Adil dan Terjangkau

Selasa, 16 April 2024 - 21:00 WIB

Halal Bihalal: Peran PROPAMI dan LSP Pasar Modal dalam Merajut Tali Persaudaraan di Idul Fitri

Kamis, 7 Maret 2024 - 19:13 WIB

BNSP dan KADIN Kompak Bahas Pelatihan Vokasi: Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Prioritas Utama

Rabu, 6 Maret 2024 - 13:21 WIB

Paparan Prabowo Subianto Soal Transisi Pemerintahan dan Ekonomi Jadi Sorotan Media Asing

Jumat, 1 Maret 2024 - 21:30 WIB

Direktur LSP-TA: RCC Asesor Kompetensi, Terobosan Baru dalam Peningkatan Kualitas

Berita Terbaru