Bambang Brodjonegoro Ungkap Alasan Ekonomi Indonesia Perlu Tumbuh Rata-rata 6 Persen per Tahun

- Pewarta

Sabtu, 11 Maret 2023 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro. (Dok. Setkab.go.id)

Mantan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro. (Dok. Setkab.go.id)

BISNISNEWS.COM– Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) sekaligus Mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan perekonomian Indonesia perlu tumbuh rata-rata 6 persen per tahun agar Indonesia bisa menjadi negara maju di 2045.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

“Kita perlu menyesuaikan kembali rata-rata pertumbuhan ekonomi dari 5 menjadi 6 persen per tahun sampai 2045,” kata Bambang dalam PwC Indonesia Economic Update yang dipantau di Jakarta, Kamis 9 Maret 2023.

Meskipun hanya bertambah 1 persen dari rata-rata pertumbuhan ekonomi selama 10 tahun terakhir yang sebesar 5 persen, Indonesia perlu membuat kebijakan-kebijakan terobosan untuk mencapai target agar rata-rata pendapatan masyarakat per tahun mencapai 13 ribu dolar AS.

Pertumbuhan ekonomi yang mendekati 7 persen dapat dicapai dengan meningkatkan pertumbuhan dan kontribusi sektor manufaktur di dalam negeri.

Konten artikel ini dikutip dari media online Lingkarnews.com, salah satu portal berita ekonomi dan bisnis terbaik di Indonesia.

“Jika kalian mengingat, pertumbuhan ekonomi kita pernah hampir mencapai 7 persen secara tahunan, yang hanya terjadi ketika sektor manufaktur kita mendominasi perekonomian di tahun 1990-an,” katanya.

Kontribusi sektor manufaktur, misalnya melalui ekspor, perlu ditingkatkan agar dapat melampaui capaian pada 2020 yang masih di bawah 10 persen.

Untuk itu, menurutnya, perekonomian Indonesia perlu meninggalkan ketergantungan terhadap komoditas Sumber Daya Alam (SDA) dan mulai mengolah komoditas tersebut agar dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

“Itulah mengapa pemerintah mulai memberikan tanda untuk membatasi ekspor komoditas mineral mentah dan memerintahkan untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri,” katanya.

Investasi dalam negeri maupun investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) perlu terus ditingkatkan.

“Tentu kita perlu menarik FDI yang akan menciptakan nilai tambah dan transfer teknologi ke Indonesia,” ucapnya.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Bisnisnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Chatbot BRI Sabrina Kembali Torehkan Prestasi, Raih Best in Personalization Strategy di Mata Lokal Award 2024
Peringati Hari Raya Waisak, BRI Peduli Salurkan Bantuan Sarana Pra-sarana Vihara dan Bagikan Sembako Untuk Umat Buddha
Lewat BRI Peduli – BRInita, Kelompok Dasawisma Pisang di Palembang Sulap TPS Liar Jadi Urban Farming yang Bernilai Ekonomis
Transaction Banking dan Bisnis Treasury BRI Sabet 2 Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A
Punya Peran Besar di Bidang Ekonomi dan Sosial, BRI Raih Dua Penghargaan di CNN Indonesia Awards Bali 2024
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Ungkap Alasan Pertumbuhan Ekonomi pada 2025 akan Naik
Kolaborasi BRI dan Telkomsel Hadirkan Ekosistem Finansial dan Digital Bagi Pekerjanya
BRI Peduli Salurkan Bantuan CSR di SDN 01 dan 02 Gunung Geulis Bogor
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:17 WIB

Chatbot BRI Sabrina Kembali Torehkan Prestasi, Raih Best in Personalization Strategy di Mata Lokal Award 2024

Kamis, 23 Mei 2024 - 17:08 WIB

Peringati Hari Raya Waisak, BRI Peduli Salurkan Bantuan Sarana Pra-sarana Vihara dan Bagikan Sembako Untuk Umat Buddha

Rabu, 22 Mei 2024 - 14:57 WIB

Transaction Banking dan Bisnis Treasury BRI Sabet 2 Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:23 WIB

Punya Peran Besar di Bidang Ekonomi dan Sosial, BRI Raih Dua Penghargaan di CNN Indonesia Awards Bali 2024

Selasa, 21 Mei 2024 - 08:38 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Ungkap Alasan Pertumbuhan Ekonomi pada 2025 akan Naik

Senin, 20 Mei 2024 - 17:54 WIB

Kolaborasi BRI dan Telkomsel Hadirkan Ekosistem Finansial dan Digital Bagi Pekerjanya

Minggu, 19 Mei 2024 - 10:10 WIB

BRI Peduli Salurkan Bantuan CSR di SDN 01 dan 02 Gunung Geulis Bogor

Minggu, 19 Mei 2024 - 09:58 WIB

Malam Inagurasi BRI Fellowship Journalism 2024, 50 Jurnalis Resmi Peroleh Beasiswa S2 dari BRI

Berita Terbaru