Arsin Lukman Soroti Putusan Niet Ontvankelijke di Gugatan Rp 258 Investor Arab Saudi

- Pewarta

Selasa, 29 Maret 2022 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat UI Sorot Putusan NO di Gugatan Rp 258 Investor Arab Saudi. (Pexels.com/Sora Shimazaki)

Pengamat UI Sorot Putusan NO di Gugatan Rp 258 Investor Arab Saudi. (Pexels.com/Sora Shimazaki)

BISNIS NEWS – Pengamat hukum Universitas Indonesia (UI) Arsin Lukman turut buka suara terkait kasus gugatan wanprestasi Rp 258 miliar investor Arab Saudi terhadap perusahaan properti di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Arsin secara khusus menyoroti putusan niet ontvankelijke (NO) di kasus ini.

Arsin awalnya mengatakan bahwa kasus gugatan Rp 258 miliar perusahaan Arab Saudi PT Osos Almasarat Internasional ke perusahaan properti PT Zarindah Perdana di Pengadilan Negeri Makassar sebenarnya sudah pernah diputus tak dapat diterima atau putusan NO.

Putusan NO itu dikeluarkan oleh majelis hakim pada tahun 2019 silam.

Meski telah diputus tak dapat diterima, PT Osos selaku pihak penggugat kini kembali melakukan gugatan yang sama pada Desember tahun 2021 atau dua tahun setelah putusan NO.

Arsin mengatakan langkah PT Osos tersebut memang memungkinkan.

“PT. Osos Almasarat secara hukum dibenarkan untuk mengajukan gugatannya kembali, hal tersebut terlihat dimana gugatan baru telah terdaftar dengan nomor register 392/Pdt.G/2021/Pn. Mks di Pengadilan Negeri Makassar,” kata Arsin, Selasa 8 Maret 2022.

Arsin menjelaskan bahwa putusan NO tidak dapat disebut sebagai putusan kekalahan.

Hal ini karena putusan NO biasanya karena gugatan cacat formil, gugatan tidak punya dasar hukum, error in persona, gugatan kabur sehingga majelis hakim memilih tidak menindaklanjuti gugatan untuk diperiksa pokok perkaranya dan tidak juga untuk mengadili atas gugatan tersebut.

“Walaupun demikian secara hukum penggugat dapat mengajukan kembali gugatannya yang telah diperbaiki sesuai dengan syarat formil sebuah gugatan,” kata Arsin.

Arsin menegaskan putusan NO berbeda dengan putusan ditolak yang mana putusan sudah memeriksa sampai dengan pokok perkaranya.

Hal inilah yang menjadi dasar PT Osos dapat kembali mengajukan gugatan yang sama dengan catatan kekurangan dari gugatan yang sebelumnya diputus NO telah diperbaiki.

Awal Gugatan Wanprestasi Rp 258 Miliar

Diberitakan sebelumnya, Direktur PT Osos Almasarat Internasional yang berbasis di Arab Saudi Aldaej Saad Ibrahim mengajukan wanprestasi Rp 258 miliar terhadap PT Zarindah Perdana ke PN Makassar.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Penggugat menyebut tergugat tidak mengembalikan modal pekerjaan yang diberikan sebelumnya.

Kuasa hukum Aldaej, Yoyo Arifardhani menjelaskan kasus ini bermula ketika PT Osos Al Masarat Internasional Co bekerja sama memberikan modal pekerjaan ke perusahaan pengembang PT. Zarindah Perdana pada 2015-2018.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Tergugat disebut sebenarnya sudah setuju membayar bertahap kerugian penggugat.

Belakangan kerugian itu tak kunjung dibayar sehingga berakhir dengan gugatan ke pengadilan.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

saat ini PT. Zarindah Perdana belum semua mengembalikan dana modal pekerjaan yang telah diberikan yang menyebabkan kerugian klien kami Aldaej Saad Ibrahim akibat wanprestasi,” kata Yoyo.

infoekbis

Sementara pihak tergugat PT Zarindah Perdana membantah melakukan penipuan kepada investor dari Arab Saudi.

“Tidak pernah melakukan penipuan pada siapa pun kita profesional,” kata kuasa hukum PT Zarindah Perdana Ismar kepada detikcom, Rabu 26 Maret 2022.

Ismar mengatakan konflik klien dengan Aldaej Saad Ibrahim yang merupakan warga negara Arab Saudi ini telah berjalan sejak beberapa tahun lalu.

Namun, pihak penegak hukum di Mabes Polri menghentikan kasus itu sebelum akhirnya kembali diajukan di PN Makassar.

“Yang intinya putusan terakhir gugatan mereka tidak terima karena nilai gugatan yang mereka diajukan tidak pernah konsisten semua berubah-ubah dan tidak pernah bisa menjelaskan dari mana hitungannya,” ucap dia.***

Berita Terkait

Lemahnya Penegakan Hukum Akibatkan Maraknya Aktivitas Tindak Pidana Ilegal Drilling dan Illegal Tapping
Bos SpaceX Elon Musk Luncurkan Internet Starlink dengan Jokowi, Hadiri World Water Forum 2024 di Bali
Pemerintah Tak Wajibkan Kontraktor Gunakan Kontrak Skema Gross Split untuk Tarik Minat Investor Migas
Badan Pangan Nasional Ungkap Produksi Jagung Tengah Melimpah, Bulog Diminta Serap Hasil Panen Petani
Profil Agus Projosasmito, Preskom AMMAN Group yang Masuk Jajaran Orang Terkaya RI Versi Media Forbes
Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan akan Jadi Modal Ketahanan Energi di Masa Mendatang
Singapura Terbesar, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia Sebut 5 Besar Negara Realisasi Investasi pada Kuartal I 2024
Harga Bawang Merah Mengalami Kenaikan, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Ungkap Alasannya
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 13:27 WIB

Lemahnya Penegakan Hukum Akibatkan Maraknya Aktivitas Tindak Pidana Ilegal Drilling dan Illegal Tapping

Minggu, 19 Mei 2024 - 12:43 WIB

Bos SpaceX Elon Musk Luncurkan Internet Starlink dengan Jokowi, Hadiri World Water Forum 2024 di Bali

Sabtu, 18 Mei 2024 - 16:07 WIB

Pemerintah Tak Wajibkan Kontraktor Gunakan Kontrak Skema Gross Split untuk Tarik Minat Investor Migas

Sabtu, 18 Mei 2024 - 11:31 WIB

Badan Pangan Nasional Ungkap Produksi Jagung Tengah Melimpah, Bulog Diminta Serap Hasil Panen Petani

Kamis, 9 Mei 2024 - 15:19 WIB

Profil Agus Projosasmito, Preskom AMMAN Group yang Masuk Jajaran Orang Terkaya RI Versi Media Forbes

Rabu, 1 Mei 2024 - 14:34 WIB

Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan akan Jadi Modal Ketahanan Energi di Masa Mendatang

Selasa, 30 April 2024 - 10:09 WIB

Singapura Terbesar, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia Sebut 5 Besar Negara Realisasi Investasi pada Kuartal I 2024

Kamis, 25 April 2024 - 07:49 WIB

Harga Bawang Merah Mengalami Kenaikan, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Ungkap Alasannya

Berita Terbaru