Apresiasi Presiden Jokowi Fahri Hamzah: Elite Bersatu dalam Situasi Krisis maka Banyak Manfaatnya

- Pewarta

Senin, 10 April 2023 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. (Dok. Kejari-tebo.go.id)

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. (Dok. Kejari-tebo.go.id)

BISNISNEWS.COM – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo dalam melakukan upaya rekonsiliasi dan konsolidasi elite politik saat ini karena akan membawa banyak manfaat.

“Jika elite bersatu dalam situasi krisis saat ini maka akan banyak manfaatnya.”

“Tapi, sebenarnya upaya rekonsiliasi dan konsolidasi elite itu sudah dilakukan Pak Jokowi sebelum adanya COVID-19,” kata Fahri Hamzah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu  April 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fahri menyebut upaya Presiden Jokowi melakukan rekonsiliasi sudah dilakukan ketika merevisi Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) pada 2019 lalu.

Baca artikel penting lainnya di media online Hello.id – salah satu portal berita terbaik di Indonesia.

“Waktu kita merevisi Undang-Undang MD3, terakhir itu 2019. Presiden meminta supaya semua partai dapat kursi pimpinan DPR /MPR, dan benar itu akhirnya terjadi,” ujar Fahri.

Sebab, kata Fahri, jika mengacu pada UU MD3 yang lama maka tidak semua partai mendapatkan kursi pimpinan DPR/MPR, melainkan hanya partai yang masuk lima besar.

Setelah direvisi, lanjut dia, akhirnya semua partai mendapatkan kursi pimpinan MPR, termasuk PKS dan Partai Demokrat yang merupakan oposisi.

“Terakhir itu, Presiden bilang kita mau masuk rekonsilisiasi, semua partai kasih pimpinan dan dapat semua,” tuturnya.

Artinya, tambah Fahri, Presiden Jokowi sudah melakukan rekonsiliasi dan konsolidasi elite sebelum ada COVID-19 ketika dunia dalam keadaan normal dan tidak ada pandemi.

Hal tersebut tampak dari Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang merupakan rival Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 akhirnya dilantik masuk ke dalam kabinetnya sebagai menteri.

“Jadi, sebenarnya rekonsiliasi yang dirancang Pak Jokowi sebelum krisis itu satu inisiatif yang tepat, setelah terjadi pembelahan dua kali yang keras.”

“Tapi, sayang tiba-tiba awal 2020, COVID-19 datang,” katanya.

Dia menyebut banyak keputusan elite politik yang diuntungkan dengan adanya rekonsiliasi dan konsolidasi elite, terlebih pandemi COVID-19 membawa dampak krisis kesehatan, kesejahteraan, ekonomi, dan politik secara global.

“Sekarang ini COVID-19 sudah selesai, tetapi kan krisis politik dunia masih ada.”

“Ada Perang Rusia-Ukraina, ada kemungkinan perang di Taiwan dan lain-lain. Kemungkinannya cukup besar, tetapi lagi-lagi sedikit banyak jika elite-nya bersatu dalam krisis, rekonsiliasi itu banyak manfaatnya,” jelasnya.

Untuk itu, dia menegaskan rekonsiliasi seharusnya dipandang bukan sebagai insiden, melainkan sebuah monumen yang harus dilembagakan karena persatuan elite bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

“Kita tadinya menginginkan agar rekonsiliasi dilanjutkan sampai pada pembenahan sistem pemilu dan politik secara masif.”

“Tetapi, sayangnya tidak berani dituntaskan, misalnya soal presidential threshold nol persen,” katanya.

Fahri berharap agar usia pemerintahan Presiden Jokowi yang tinggal tujuh bulan lagi tidak ada persaingan di dalam kabinet yang berpotensi merusak fokus dan konsentrasi kerja dari pemerintah lantaran sibuk memikirkan pencalonan pada Pilpres 2024.

“Jadi, apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi meminta adanya koalisi besar itu, sebagai konsolidasi terhadap kabinet menurut saya harus dihormati dan harus dipuji karena kekuasaan kabinetnya masih berlangsung,” tuturnya.

Dia berpandangan seharusnya para menteri yang duduk di kabinet pun tidak boleh memiliki calonnya sendiri-sendiri karena mereka masih bagian dari pemerintah.

Pasalnya, dia menilai para menteri yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), seperti Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan dan Prabowo Subianto jika memiliki calonnya sendiri dikhawatirkan mengganggu kinerja pemerintahan Jokowi.

“Kalau oposisi mau menyerang, silakan saja. Tetapi, inisiatif Pak Jokowi mengonsolidasi sisa kekuasaan sampai berakhir itu top dan harus dipuji. Nanti, efeknya hanya satu kandidat,” ucapnya.***

Berita Terkait

Partai Gerindra Tanggapi PKB Terkait Usulan Selebriti Nagita Slavina untuk Jadi Calon Wagub Sumatera Utara
Nama-nama yang Diprediksi akan Jadi Menteri Kabinet Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Beredar Lagu
Menangkan Pilkada 2024, Sejumlah Pers Daerah dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua Siap Kolaborasi
Penjelasan Istana Soal Presiden Jokowi yang Dipastikan Tak Hadir di Rakernas PDI Perjuangan
Datangi Kantor PKB Usai Ditetapkan Presiden Terpilih, Prabowo Subianto: Kita Ingin Terus Bekerjasama
Prabowo Tgaskan Hormati Proses dan Tunggu Putusan MK Saat Hadiri Bukber Partai Golkar Bareng Gibran
Partai Gerindra Bilang Begini Soal Cawe-Cawe Presiden Jokowi dalam Kabinet Pemerintahan Prabowo – Gibran
Gagal Masuk Senayan, Kini PPP Buka Pintu Terkait Kemungkinan Kedatangan Prabowo Subianto dan Gerindra
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:30 WIB

Partai Gerindra Tanggapi PKB Terkait Usulan Selebriti Nagita Slavina untuk Jadi Calon Wagub Sumatera Utara

Selasa, 18 Juni 2024 - 09:15 WIB

Nama-nama yang Diprediksi akan Jadi Menteri Kabinet Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Beredar Lagu

Jumat, 24 Mei 2024 - 20:41 WIB

Menangkan Pilkada 2024, Sejumlah Pers Daerah dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua Siap Kolaborasi

Jumat, 24 Mei 2024 - 18:52 WIB

Penjelasan Istana Soal Presiden Jokowi yang Dipastikan Tak Hadir di Rakernas PDI Perjuangan

Rabu, 24 April 2024 - 21:23 WIB

Datangi Kantor PKB Usai Ditetapkan Presiden Terpilih, Prabowo Subianto: Kita Ingin Terus Bekerjasama

Sabtu, 30 Maret 2024 - 15:07 WIB

Prabowo Tgaskan Hormati Proses dan Tunggu Putusan MK Saat Hadiri Bukber Partai Golkar Bareng Gibran

Rabu, 27 Maret 2024 - 10:24 WIB

Partai Gerindra Bilang Begini Soal Cawe-Cawe Presiden Jokowi dalam Kabinet Pemerintahan Prabowo – Gibran

Senin, 25 Maret 2024 - 13:50 WIB

Gagal Masuk Senayan, Kini PPP Buka Pintu Terkait Kemungkinan Kedatangan Prabowo Subianto dan Gerindra

Berita Terbaru