APBN akan Jebol yang Disuarakan Para Menteri, Sepertinya Hanya Isapan Jempol Saja

- Pewarta

Minggu, 30 Oktober 2022 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buletin APBN Kita. (Dok. Kemenkeu.go id)

Buletin APBN Kita. (Dok. Kemenkeu.go id)

BISNISNEWS.COM – APBN akan jebol. Kalimat yang sangat populer pada Agustus lalu.

Sekaligus menakutkan. Disuarakan ramai-ramai oleh para menteri, seirama dan senada.

APBN akan jebol diorkestrasi untuk pembenaran menaikkan harga pertalite dan solar. Yang akhirnya benar-benar dinaikkan pada 3 September 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alasan APBN akan jebol, karena subsidi BBM (yang kemudian dikoreksi menjadi subsidi energi) sangat besar, mencapai Rp502 triliun: negara manapun tidak kuat menyangganya, katanya.

Bagaimana realisasinya hingga saat ini? Apakah APBN sudah jebol?

Menurut data Kementerian Keuangan, realisasi APBN pada Agustus 2022 mengalami surplus Rp107,4 triliun.

Dan per akhir September 2022 masih mencatat surplus Rp60,8 triliun. Artinya, APBN baik-baik saja. Sehat-sehat saja. Tidak jebol.

Sedangkan realisasi subsidi BBM dan LPG masih sangat rendah, jauh lebih rendah dari yang “dipropagandakan”.

Realisasi subsidi BBM dan LPG per Agustus 2022 hanya Rp71,21 triliun, atau hanya 47,67 persen dari anggaran subsidi BBM dan LPG sebesar Rp149,37 triliun.

Belum termasuk dana kompensasi BBM), *terdiri dari subsidi BBM Rp14,58 triliun dan LPG Rp134,79 triliun.

Sedangkan realisasi subsidi listrik per Agustus 2022 hanya 51,85 persen dari anggaran.

Dengan demikian, realisasi subsidi BBM, LPG dan listrik, atau dinamakan subsidi energi, hanya 48,86 persen dari anggaran.

Sangat rendah atau, lebih tepatnya, subsidi yang dianggarkan jauh lebih besar dari yang diperlukan.

Artinya, anggaran menggelembung, atau digelembungkan, untuk menaikkan harga BBM?

Jadi, bagaimana APBN bisa jebol?

Data per akhir September 2022 juga memperkuat bahwa APBN baik-baik saja.

Realisasi subsidi BBM dan LPG per September 2022 hanya 58,9 persen dari anggaran.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Artinya, APBN baik-baik saja, tidak akan jebol. Sedangkan realisasi subsidi listrik per September 2022 juga sangat rendah, hanya 60,15 persen dari anggaran.

Sehingga, secara keseluruhan, total realisasi subsidi energi, yaitu subsidi BBM, LPG dan listrik, per September 2022 hanya mencapai Rp123,8 triliun.

Jauh lebih rendah dari anggaran sebesar Rp208,93 triliun: atau hanya 59,25 persen saja.

Apalagi kalau dibandingkan angka “propaganda” Rp502 triliun, jauh lebih rendah lagi?

Maka itu, APBN akan jebol sepertinya hanya isapan jempol saja? Dalam kamus Indonesia, isapan jempol artinya kabar tidak benar, atau kabar bohong.

Karena, pertama, APBN per September 2022 masih sangat sehat, mencatat surplus sangat besar, yaitu Rp60,8 triliun.

Kedua, subsidi energi baru mencapai 59,25 persen dari anggaran, masih sangat rendah.

Sehingga tidak salah, APBN Jebol hanya Isapan Jempol?

Oleh: Anthony BudiawanManaging Director PEPS (Political Economy and Policy Studies).***

After paragraf 28

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Bisnisnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Inilah Daftar Lengkap BUMN yang Terima Penyertaan Modal Negara Sebesar Rp44,24 Triliun di Tahun 2025
Beri Sinyal Relaksasi Pembekuan Anggaran Rp50,14 Triliun, Ini Syarat yang Diajukan Menkeu Sri Mulyani
Realisasi APBN Semester I – 2024 Alami Defisit Sebesar Rp77,3 Triliiun Terhadap PDB, Ini Penjelasan Menkeu
OJK Gelar Konvensi Nasional RSKKNI Bidang Manajemen Risiko Perbankan di Surabaya
CSA Index Juli 2024 Naik Tipis ke 61: Optimisme Pelaku Pasar Masih Stagnan, Ekonomi Global dan Domestik Tetap Tidak Pasti
Ini Sederet Penghargaan yang Diperoleh BRI Bulan Juni 2024, Harumkan Indonesia di Industri Keuangan Global
BRI Rilis Kebijakan Baru Terkait Rekening Pasif, Tingkatkan Kualitas Layanan Kepada Nasabah
BRI Himbau Masyarakat Jaga Keamanan Transaksi Lewat BRIMerchant, Waspada Penipuan Berkedok QRIS Palsu
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 10 Juli 2024 - 13:44 WIB

Beri Sinyal Relaksasi Pembekuan Anggaran Rp50,14 Triliun, Ini Syarat yang Diajukan Menkeu Sri Mulyani

Selasa, 9 Juli 2024 - 07:57 WIB

Realisasi APBN Semester I – 2024 Alami Defisit Sebesar Rp77,3 Triliiun Terhadap PDB, Ini Penjelasan Menkeu

Senin, 8 Juli 2024 - 23:18 WIB

OJK Gelar Konvensi Nasional RSKKNI Bidang Manajemen Risiko Perbankan di Surabaya

Kamis, 4 Juli 2024 - 02:19 WIB

CSA Index Juli 2024 Naik Tipis ke 61: Optimisme Pelaku Pasar Masih Stagnan, Ekonomi Global dan Domestik Tetap Tidak Pasti

Selasa, 2 Juli 2024 - 13:36 WIB

Ini Sederet Penghargaan yang Diperoleh BRI Bulan Juni 2024, Harumkan Indonesia di Industri Keuangan Global

Senin, 1 Juli 2024 - 15:37 WIB

BRI Rilis Kebijakan Baru Terkait Rekening Pasif, Tingkatkan Kualitas Layanan Kepada Nasabah

Minggu, 30 Juni 2024 - 12:26 WIB

BRI Himbau Masyarakat Jaga Keamanan Transaksi Lewat BRIMerchant, Waspada Penipuan Berkedok QRIS Palsu

Jumat, 28 Juni 2024 - 15:51 WIB

Dukung Pemberantasan Perjudian, BRI Aktif Blokir Ribuan Rekening Terindikasi Penampungan Judi Online

Berita Terbaru